Dobraknews.id / MAKASSAR
Fadel Sofyan, Founder Makassar Youth Space, pemerhati pendidikan, dan perintis Lembaga Pemantau Pendidikan Atlantis Nusantara (LPP ATLANTARA), menyatakan sikap tegas terhadap pernyataan yang disebut-sebut melabeli orang Makassar sebagai “borro” dan “sok jagoan”. Ia menilai, apabila ungkapan tersebut disampaikan untuk merendahkan masyarakat Makassar secara umum, hal itu patut dipertanyakan dan dimintai pertanggungjawaban secara terbuka.
Fadel menegaskan bahwa dirinya tidak menerima apabila identitas dan harga diri masyarakat Makassar dijadikan sasaran pelabelan yang merendahkan. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk menggeneralisasi karakter suatu masyarakat.
“Saya Tidak Terima Orang Makassar Direndahkan! Suasana dibeberapa wilayah barupi tenang, kau datang piti kana-kanai lagi” ucap aktivis pendidikan tersebut
Dalam rumusan pernyataan yang diusulkan untuk Fadel Sofyan, ia menyampaikan sikap keberatannya dengan tegas:
“Saya tidak terima kalau orang Makassar hanya dilabeli ‘borro’ dan ‘sok jagoan’. Siapa pun yang berbicara di ruang publik harus memahami bahwa setiap daerah memiliki kehormatan dan martabat yang wajib dihormati. Silakan mengkritik, silakan berbeda pendapat, tetapi jangan merendahkan masyarakat hanya karena identitas daerahnya.”
Fadel juga menekankan bahwa masyarakat Makassar tidak seharusnya digambarkan melalui generalisasi yang menyudutkan. Penilaian terhadap seseorang semestinya didasarkan pada sikap dan perbuatannya, bukan dilekatkan kepada seluruh masyarakat dari daerah tertentu.
Tantang LawyerChiky Berdebat Terbuka
Menanggapi polemik yang melibatkan LawyerChiky, Fadel mendorong adanya dialog atau debat terbuka untuk menguji konteks pernyataan, argumentasi, dan maksud yang sebenarnya.
“Kalau memang ada pernyataan yang menyebut orang Makassar ‘borro’ dan ‘sok jagoan’, saya tantang untuk membahasnya secara terbuka. Mari berdebat dengan argumentasi, bukan saling menyerang. Jelaskan apa maksud pernyataan itu dan apa dasar penilaiannya. Jangan sampai opini terhadap seseorang digeneralisasi menjadi penilaian terhadap seluruh masyarakat Makassar.”
Tantangan tersebut diarahkan sebagai ruang klarifikasi dan pertukaran argumentasi yang sehat, bukan ajakan untuk memperkeruh suasana. Publik pun diharapkan dapat menilai persoalan berdasarkan bukti dan konteks yang utuh.
Fadel Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Selain mendorong debat terbuka, Fadel meminta LawyerChiky memberikan penjelasan apabila pernyataan tersebut benar disampaikan. Jika terbukti mengandung generalisasi yang merendahkan masyarakat Makassar, ia mendorong adanya permintaan maaf secara terbuka dan bertanggung jawab.
Bagi Fadel, persoalan ini berkaitan dengan penghormatan terhadap martabat manusia dan nilai budaya siri’, yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Makassar.
Namun, membela siri’ bukan berarti membenarkan permusuhan. Kehormatan justru harus diperjuangkan melalui keberanian menyampaikan kritik, ketegasan dalam argumentasi, dan kedewasaan dalam menyelesaikan persoalan.
Membela Siri’, Menjaga Martabat Masyarakat Makassar
Fadel Sofyan merupakan Founder Makassar Youth Space, pemerhati pendidikan, perintis LPP ATLANTARA, mantan Presiden Mahasiswa Poltek LAN Makassar tahun 2018, serta kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Dengan latar belakang tersebut, sikap yang hendak disuarakannya menempatkan persoalan ini sebagai pengingat bahwa ruang publik harus dijaga dari generalisasi yang berpotensi merendahkan kelompok masyarakat.
“Orang Makassar tidak meminta dipuji. Kami hanya meminta dihormati sebagaimana masyarakat lainnya. Kalau ada individu yang dianggap keliru, kritik individunya. Jangan membawa-bawa seluruh masyarakat dan memberi label yang merendahkan. Harga diri harus dijaga, tetapi kebenaran juga harus diperjuangkan dengan cara yang bermartabat.”
Polemik ini diharapkan dapat diselesaikan melalui klarifikasi, dialog terbuka, dan sikap saling menghormati. Sebab, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi penghormatan terhadap martabat setiap masyarakat harus tetap menjadi prinsip bersama.
Robby / Editor: AN
