Dobraknews.id | KAMPAR, RIAU
Kebakaran kembali melanda permukiman warga KM 42 di Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Jumat (27/3/2026). Sedikitnya dua unit rumah dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik pada pukul 04:00 wib.
Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan rumah semi permanen beserta seluruh isinya. Tidak hanya tempat tinggal, sejumlah harta benda milik korban turut ludes, mulai dari kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan usaha dan elektronik.
Peristiwa ini berdampak pada sedikitnya tujuh jiwa, termasuk anak-anak yang masih bersekolah. Saat ini, para korban terpaksa mengungsi di tempat seadanya sambil menunggu bantuan lanjutan.

Merespons kejadian tersebut, Kepala Desa Danau Lancang, H. Azirman, bergerak cepat turun langsung ke lokasi pada Sabtu (28/3/2026). Ia menyerahkan bantuan darurat berupa sembako dan kebutuhan pokok kepada korban.
“Kami bergerak cepat begitu mendapat informasi. Ini bentuk kepedulian pemerintah desa kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka sementara waktu,” ujar H. Azirman.
Namun di balik respons cepat tersebut, Kades juga menyoroti persoalan serius. Ia mengungkapkan bahwa kebakaran serupa telah terjadi lebih dari sekali di wilayahnya.
“Kejadian ini sudah dua kali terjadi di Desa Danau Lancang. Ini harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten agar ada solusi konkret, khususnya di Kecamatan Tapung Hulu,” tegasnya.

Warga sekitar terlihat bergotong royong membantu korban, baik saat proses pemadaman maupun pasca kejadian. Solidaritas masyarakat menjadi penopang utama di tengah kondisi darurat.
Pemerintah desa pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Hingga kini, total kerugian masih dalam proses pendataan. Namun berulangnya peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa penanganan kebakaran di wilayah Tapung Hulu tidak bisa lagi bersifat reaktif semata. Warga kini menanti langkah nyata dan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah agar musibah serupa tidak terus terulang.
Editor: Afrizal Nasution
