Dobraknews.id | PEKANBARU
Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pelatihan SAR Planning Angkatan XXXVII, sebanyak 22 peserta terus mengikuti rangkaian pembelajaran yang dilaksanakan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru. Rabu (9/9/2026).
Peserta pelatihan terdiri dari 20 orang personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru dan 2 orang personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 17 hari, mulai 7 hingga 23 September 2026.
Pelaksanaan pelatihan sebelumnya telah dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan (Puslat SDMPP) Basarnas, Anggit Mulyo Satoto, S.S., M.M. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi personel dalam merencanakan serta melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan secara profesional.
Memasuki hari ketiga, peserta SAR Planning XXXVII mendapatkan materi mengenai Appendix K – Worksheets. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran SAR Planning karena peserta tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan berbagai lembar kerja yang digunakan dalam proses perencanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam kegiatan pembelajaran, para peserta terlihat mengikuti materi secara aktif. Proses belajar dilaksanakan melalui penyampaian materi, pembahasan, serta pengerjaan lembar kerja yang berkaitan dengan perencanaan operasi SAR.
Melalui pembelajaran Appendix K – Worksheets, peserta diharapkan semakin memahami bagaimana menyusun, mengorganisasi, dan menggunakan data yang diperlukan dalam proses perencanaan operasi SAR. Kemampuan tersebut sangat penting bagi seorang personel SAR, mengingat setiap operasi membutuhkan perencanaan yang sistematis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelatihan SAR Planning juga menjadi ruang bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan analisis, koordinasi, pengambilan keputusan, serta penyusunan rencana operasi. Kompetensi tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan ketika personel menghadapi berbagai kondisi kedaruratan di lapangan.
Selain meningkatkan kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan keseragaman pemahaman antarpersonel pencarian dan pertolongan, sehingga pelaksanaan operasi SAR dapat berjalan lebih efektif dan optimal.
Dengan masih berlangsungnya rangkaian pelatihan hingga 23 September 2026, para peserta. Diharapkan seluruh peserta dapat menyerap setiap materi dengan baik dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di wilayah kerja masing-masing. (Hms103).
Editor: AN
