Dobraknews.id | TAPUNG, KAMPAR
Halaman SMA Negeri 1 Tapung pagi itu tak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi berubah menjadi ruang penuh emosi, harapan, dan kenangan. Tepat pukul 09.00 WIB, rangkaian acara pelepasan siswa kelas XII resmi dimulai, menandai akhir perjalanan panjang sekaligus awal langkah baru bagi para lulusan. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib hingga ditutup pada pukul 11.15 WIB.
Acara ini juga turut dihadiri oleh unsur aparatur pemerintahan Desa Indra Sakti yang diwakili oleh Kepala Dusun (Kadus) dan Kepala Urusan (Kaur) desa, sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan dan generasi muda di wilayah tersebut.
Dipandu oleh dua pembawa acara, Khanza dan Althor, kegiatan dibuka dengan Tari Persembahan yang memikat, menjadi simbol penghormatan terakhir bagi para siswa yang akan meninggalkan almamater tercinta. Suasana kemudian berubah khusyuk saat seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Salsabila, siswi berprestasi juara MTQ tingkat SMA se-Tapung.
Doa yang dipimpin Bapak Iswandi semakin menambah kekhidmatan, mengiringi harapan agar para lulusan melangkah dengan keberkahan. Ketua panitia, Kiki Juandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju tantangan yang lebih besar.
Sambutan Kepala SMA Negeri 1 Tapung, Neneng Susanti, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu titik paling krusial dalam acara tersebut. Selain menyampaikan pesan moral kepada siswa, ia juga mengumumkan secara resmi bahwa sebanyak 225 siswa dan siswi kelas XII akan menerima hasil kelulusan pada hari Senin, 4 Mei 2026 pukul 21.00 WIB.
Namun, di balik pengumuman tersebut, Neneng menyampaikan himbauan keras yang tidak bisa diabaikan.
“Kelulusan adalah momen syukur, bukan ajang euforia berlebihan. Kami tegaskan, tidak boleh ada konvoi di jalan, balap-balapan, maupun coret-coret seragam. Kami minta peran aktif orang tua untuk mengingatkan dan mengawasi anak-anak kita,” tegasnya.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi aksi ugal-ugalan yang kerap terjadi saat pengumuman kelulusan. Ia menekankan bahwa menjaga keselamatan dan nama baik sekolah adalah tanggung jawab bersama.
“Kami ingin lulusan SMAN 1 Tapung dikenal bukan hanya cerdas, tetapi juga beretika dan bermartabat,” tambahnya.
Di sisi lain, Neneng juga menyampaikan informasi penting terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB). Ia menjelaskan bahwa SMAN 1 Tapung membuka beberapa jalur pendaftaran, yaitu jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi, yang dapat dimanfaatkan oleh calon siswa sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, suasana acara tetap berlangsung semarak dengan sentuhan budaya yang kental. Tarian Melayu, pembacaan puisi oleh Nabila Riskita Utami yang menyentuh emosi, hingga penampilan tarian massal, band siswa kelas X dan XI, serta Tarian Tor-Tor oleh siswi kelas XII, menjadi rangkaian hiburan yang memperkaya momen perpisahan.
Sambutan dari perwakilan komite sekolah sekaligus orang tua siswa, Adilman Koto, turut menambah kedalaman acara. Dengan penuh haru, ia menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada para lulusan agar tidak melupakan jasa guru serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan.
Puncak emosi pecah saat nyanyian perpisahan menggema. Tangis haru tak terbendung, menjadi penutup yang menggambarkan betapa kuatnya ikatan yang telah terjalin selama masa pendidikan.
Lebih dari sekadar seremoni, pelepasan ini menjadi penegas bahwa SMA Negeri 1 Tapung tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk karakter, kenangan, dan mimpi.
Ketika acara resmi ditutup pada pukul 11.15 WIB, satu babak kehidupan berakhir. Namun bagi 225 siswa kelas XII, inilah awal perjalanan sesungguhnya menuju masa depan dengan harapan, tanggung jawab, dan jati diri yang telah ditempa.
Redaksi
